Posts

Showing posts from 2011

Pewarisan Sifat

PEWARISAN SIFAT
Sebelum maupun sesudah terbitnya buku Mendel (1866), banyak teori hukum pewarisan sifat yang dikemukaan oleh para ahli, antara lain sebagai berikut :
Teori Darah; menyatakan bahwa pewarisan sifat dibawa oleh darah. Teori ini gugur setelah ditemukannya transfusi darah, sebab orang yang menerima tambahan darah ternyata sifatnya tidak berubah seperti sifat donornya.
Teori preformasi; menyatakan adanya makhluk hidup kecil didalam gamet sebagai calon individu baru.
Teori Epigenesis; (teori ini mengkritik teori preformasi); menyatakan bahwa sel telur yang telah dibuahi oleh spermatozoa akan mengadakan pertumbuhan sedikit demi sedikit.
Teori Pangenesis; menyatakan bahwa setelah ovum dibuahi oleh spermatozoa maka dalam ovum terdapat tunas-tunas yang tumbuh menjadi makhluk hidup baru.
Teori Heckel; menyatakan bahwa yang bertanggung jawab atas pewarisan sifat adalah substansi inti dari spermatozoa.
Namun dengan kemajuan teknologi terbukti bahwa pendapat Mendel adalah yang …

Pembentukan Protein Pada Tumbuhan

Agus Permana
Biologi 3A
2119080012
Bagaimana tumbuhan membentuk protein ?
Informasi didalam gen ditentukan oleh rangkaian linear nukleotida pada DNA. Suatu gen
tunggal mungkin mempunyai panjang ratusan ribu nukleotida. DNA tidak membentuk
protein secara langsung, DNA memberikan perintah perangkat sintesis protein dalam bentuk
RNA. Proses pembentukan salinan RNA dari DNA adalah transkipsi. Setelah DNA
ditranskripsikan di dalam nukleus RNA bergerak ke sitoplasma. Proses penggunaan
informasi di RNA untuk menyintesis protein adalah translasi. Dan translasi berlangsung di
sitoplasma.
Bila ditanyakan dimana protein itu berada pada tanaman maka jawabannnya adalah
Protein pada bagian tubuh tanaman terdapat hampir dalam seluruh bagian tubuh tumbuhan.
Protein ditemukan pada daun muda dan pada bagian tubuh lainnya seperti polong, dan buah .
Protein adalah senyawa organik kompleks berbobot molekul tinggi yang merupakan polimer dari
monomer-monomer asam amino yang dihubungkan satu sama lain dengan…

tumbuhan c3, c4 dan cam

Image
Tanaman C3,C4, dan CAM

Berdasarkan tipe fotosintesis, tumbuhan dibagi ke dalam tiga kelompok besar,
yaitu C3, C4, dan CAM (crassulacean acid metabolism). Tumbuhan C4 dan CAM lebih
adaptif di daerah panas dan kering dibandingkan dengan tumbuhan C3. Namun
tanaman C3 lebih adaptif pada kondisi kandungan CO2 atmosfer tinggi. Sebagian besar
tanaman pertanian, seperti gandum, kentang, kedelai, kacang-kacangan, dan kapas
merupakan tanaman dari kelompok C3.
Tanaman C3 dan C4 dibedakan oleh cara mereka mengikat CO2 dari atmosfir dan
produk awal yang dihasilkan dari proses assimilasi.
Pada tanaman C3, enzim yang menyatukan CO2 dengan RuBP (RuBP merupakan
substrat untuk pembentukan karbohidrat dalam proses fotosintesis) dalam proses awal
assimilasi, juga dapat mengikat O2 pada saat yang bersamaan untuk proses
fotorespirasi ( fotorespirasi adalah respirasi,proses pembongkaran karbohidrat untuk
menghasilkan energi dan hasil samping, yang terjadi pada siang hari) . Jika konsentrasi
CO2 di atmosfir …

Fotosintesis

Image
Daun, tempat berlangsungnya fotosintesis pada tumbuhan.
Fotosintesis adalah suatu proses biokimia pembentukan zat makanan atau energi yaitu glukosa yang dilakukan tumbuhan, alga, dan beberapa jenis bakteri dengan menggunakan zat hara, karbondioksida, dan air serta dibutuhkan bantuan energi cahaya matahari. Hampir semua makhluk hidup bergantung dari energi yang dihasilkan dalam fotosintesis. Akibatnya fotosintesis menjadi sangat penting bagi kehidupan di bumi. Fotosintesis juga berjasa menghasilkan sebagian besar oksigen yang terdapat di atmosfer bumi. Organisme yang menghasilkan energi melalui fotosintesis (photos berarti cahaya) disebut sebagai fototrof. Fotosintesis merupakan salah satu cara asimilasi karbon karena dalam fotosintesis karbon bebas dari CO2 diikat (difiksasi) menjadi gula sebagai molekul penyimpan energy. Cara lain yang ditempuh organisme untuk mengasimilasi karbon adalah melalui kemosintesis, yang dilakukan oleh sejumlah bakteri belerang.
Sejarah
Meskipun masih ada l…

ENZIM

A. ENZIM
Sel yang hidup mengadakan metabolisme, yaitu reaksi kimia yang melibatkan penggunaan energi. Metabolisme dapat memerlukan energi (reaksi endergonik) atau menghasilkan energi (reaksi eksergonik). Kecepatan reaksi serta macam reaksi metabolisme yang berlangsung diatur oleh enzim, jumlahnya tepat pada saat penggunaan yang tepat.
Pada umumnya reaksi kimia dalam sel hidup sangat lamban bila tanpa katalisator. Enzim mampu berperan sebagai katalisator dengan mempercepat reaksi 108 - 1020 kali. Enzim berperan secara lebih spesifik dalam hal menentukan reaksi mana yang akan dipacu dibandingkan dengan katalisator anorganik, sehingga ribuan reaksi dapat berlangsung dengan tidak menghasilkan produk sampingan yang beracun. Enzim juga tanggap terhadap perubahan kondisi lingkungan, sehingga perubahan dapat dilakukan oleh tumbuhan sesuai dengan perubahan unsur lingkungan. Enzim juga mempunyai kelemahan yaitu bahwa enzim ini merupakan protein yang bermolekul besar…